Awalnya kukira kita hanya mengagumi dan tak pernah berniat memiliki. Tapi yang terjadi malah adanya pilihan. Aku tak bermaksud menghalangi bahagiamu, teman, hanya saja pekalah pada rasaku. Aku turut bahagia jika kau bahagia, mana pernah aku membawamu pada kesulitan atau memberimu masalah. Aku hanya minta sedikit pengertianmu.
Kejadian pagi tadi sungguh membuatku galau hingga saat ini. Sekian lama aku menahan emosi yang sesak, tapi kau tak juga peka. Kau bilang ini barter, kau salah! Coba pertimbangkan, jika ini barter, maka inilah barter yang tak adil (menurut perhitunganku).
Tentang objek yang kau janjikan, jujur, aku mulai tertarik dari awal, saat ia mengatakan cita-citanya. Kau tahu itu. Tapi aku rasa lebih baik aku tak berharap. Beberapa kali ekspektasiku melahirkan kecewa, sangat berlebihan.
Aku sudah bertindak gila saat itu, itu karena aku frustasi. Kau tahu hidupku banyak tekanan. Kegilaan itu menyebabkan rasa malu yang sangat untuk bertemu. Aku rasa sudah cukup. Terima kasih telah memberi kesempatan untuk aku berharap.
Aku tak mau berunding masalah ini, aku sudah mengambil keputusan. Aku hanya minta sedikit pengertian untuk hati ini.
Sabtu, 31 Agustus 2013
Rabu, 21 Agustus 2013
Lelang
ku lelang kau pada sepertiga malam
dengan penawaran terbaik :
tunduk
tindakan bicara lebih keras dari pada kata-kata
tapi kalimat ini magis
bisa membius tindakanmu
atau melucuti ketetapanmu
kau beruntung
tak cuma satu waktu kutawar
tapi pada fajar maupun tengadah
menarik, nyaris menjengkelkan
bilamana pantangku terlanggar
kukirim surat hanyut untukmu
dengan penawaran terbaik :
tunduk
tindakan bicara lebih keras dari pada kata-kata
tapi kalimat ini magis
bisa membius tindakanmu
atau melucuti ketetapanmu
kau beruntung
tak cuma satu waktu kutawar
tapi pada fajar maupun tengadah
menarik, nyaris menjengkelkan
bilamana pantangku terlanggar
kukirim surat hanyut untukmu
Jumat, 16 Agustus 2013
Keras dan egoisnya saya bukan tanpa sebab. Saya tau, setiap kali Anda marah, Anda seperti melihat diri sendiri, kan? Saya tidak akan pernah menyogok si kecil untuk bisa simpati dan nurut pada saya, itu bukan gaya saya.
Mengenai benar dan salah, saya akan sangat keras untuk itu. Jangan pernah menyalahkan saya atas hal yang tidak saya lakukan! Atau jika saya melakukan kesalahan, jangan khawatir, tanpa Anda minta, saya akan mengakuinya tanpa mengulur waktu Anda.
Hanya saja kita tak pernah sadar tentang efek dari keras dan egois itu, sampai kita berada pada sisi tenang dan netral hati. Mengontrol emosi itu kadang seperti dipasung.
Beberapa mungkin memahami dan menerima saya, beberapa lagi tak punya waktu untuk memahami, sisanya malah tak tertarik sama sekali terhadap saya.
Kalian hanya belum tau betapa setia dan pedulinya saya
Mengenai benar dan salah, saya akan sangat keras untuk itu. Jangan pernah menyalahkan saya atas hal yang tidak saya lakukan! Atau jika saya melakukan kesalahan, jangan khawatir, tanpa Anda minta, saya akan mengakuinya tanpa mengulur waktu Anda.
Hanya saja kita tak pernah sadar tentang efek dari keras dan egois itu, sampai kita berada pada sisi tenang dan netral hati. Mengontrol emosi itu kadang seperti dipasung.
Beberapa mungkin memahami dan menerima saya, beberapa lagi tak punya waktu untuk memahami, sisanya malah tak tertarik sama sekali terhadap saya.
Kalian hanya belum tau betapa setia dan pedulinya saya
Kamis, 15 Agustus 2013
Dua Sisi Darah
Dua Sisi Darah
DR.
Aku baru saja menyanjung matahari
Pada suhu hangat yang diendapkan
Kita berlari sambil menggenggam jemarimu
Berseliweran pada angka mati
Bolehkah kubunuh kau disaat senja?
Pada pertemuan siang dan malam, boleh?
Sambil menggesekkan tangis yang tajam di nadimu
Belati air mata
Bukan! Aku baru saja merobek jantungku
dan apa?
Dalam sengal nafas ku menyesak
Darahku terpoles di jantung yang kau genggam
Kau lihat?
Kau lihat?
Kau lihat???!!!
Aku tak bernyawa!
Aku hidup, sayang
Jadi, bayangmu memelukku?
Seharusnya begitu
Hanya saja aku merindu ingin berpisah
Tanpa sentuh, hanya menggenggamsambil berkata:
"Peluk aku, aku mengikis kasih"
Aku lelah memupuk entah
dua sisi darah
Rabu, 14 Agustus 2013
Dalam kata berbeda, sayang
Dalam kata berbeda, sayang
DR.
Satu aroma tergenang mengendapkan
Akhir nuansa rindu
Sendu tawa rancu mengingat
Senada permainan langit minor
Enyah lembut menjuntai akar
Lemah syahwat
Naluri delegasi
Entah berapamalam kau perkosa resah?
Dosa matahari menghisap malam
Kenapa?
Tentang....
Apa?
Masih
Bertanya!
Terjawab kosong melompong jenjang/ ruang
Ngambang, bicaralah tentang rasa rapuh yang bangkit
Kerupuk kulit jiwa
Entah, galau ini dilema
Benci kamu lilin temaram
Cinta angin, kamu pantai
Pelukan maut nyaman menikam
Ingin racun bahagia
Setan mencium candu, menggenggam
Haha banget
Ah! Peluru kata
Sudah!
Sudahi!
Sayang, matilah!
Tamat!
Selasa, 13 Agustus 2013
Uwan Agus
Ini dia kakak pertama mama yang merantau ke sebuah kota di Jawa Timur, Pasuruan. Orangnya humoris dan nyablak. Itu yang membuatku selalu senang di dekatnya, rasanya semua masalah bisa hilang dengan guyonannya.
Hari-hari lebaran ini pun diisi dengan tawa yang tak henti-hentinya mengalir karena candaannya. Selalu ada bahan yang membuat ppi kram dan suara serak karena ketawa. Mulai dari foto cawako-cawawako, penulis pasir, hingga rumah makan tak luput dijadikan bahan obrolannya.
Begitu menyenangkan dan ringan. Tapi kekhawatiranku mulai muncul, karena beberapa hari lagi beiau akan balik ke perantauan. Sudah biasa dengan guyonannya, takutnya ga ada yang bisa bikin ketawa, seperti caranya bergurau.
hah! kenapa yang berarti hanya hadir sesaat?
Hari-hari lebaran ini pun diisi dengan tawa yang tak henti-hentinya mengalir karena candaannya. Selalu ada bahan yang membuat ppi kram dan suara serak karena ketawa. Mulai dari foto cawako-cawawako, penulis pasir, hingga rumah makan tak luput dijadikan bahan obrolannya.
Begitu menyenangkan dan ringan. Tapi kekhawatiranku mulai muncul, karena beberapa hari lagi beiau akan balik ke perantauan. Sudah biasa dengan guyonannya, takutnya ga ada yang bisa bikin ketawa, seperti caranya bergurau.
hah! kenapa yang berarti hanya hadir sesaat?
Langganan:
Postingan (Atom)