Rabu, 14 Agustus 2013

Dalam kata berbeda, sayang

Dalam kata berbeda, sayang
DR.

Satu aroma tergenang mengendapkan
Akhir nuansa rindu
Sendu tawa rancu mengingat
Senada permainan langit minor
Enyah lembut menjuntai akar
Lemah syahwat
Naluri delegasi
Entah berapamalam kau perkosa resah?
Dosa matahari menghisap malam
Kenapa?
Tentang....
Apa?
Masih
Bertanya!
Terjawab kosong melompong jenjang/ ruang
Ngambang, bicaralah tentang rasa rapuh yang bangkit
Kerupuk kulit jiwa
Entah, galau ini dilema
Benci kamu lilin temaram
Cinta angin, kamu pantai
Pelukan maut nyaman menikam
Ingin racun bahagia
Setan mencium candu, menggenggam
Haha banget
Ah! Peluru kata
Sudah!
Sudahi!
Sayang, matilah!
Tamat!

Tidak ada komentar: