Selasa, 24 September 2013

ABCDE....dst

Ini hari bener gila. Amburadul entah apa racikannya. Sebentar ketawa, sebentar kecewa. Saya kecewa, trus dibikin ketawa. Entahlah pikiran mereka pada nyambung ke perasaan.

Daftar kecewa hari ini:
1. Bang Tama -> janjinya beliin sari r*ti, tapi malah datang telat tanpa bawa pesanan. Alasannya, ngeprint tugas dulu di pasbar. Padahal di pasbar juga banyak yang jualan itu -,-
2. (Bang) Daniel -> sama kayak yang di atas. Bahan kuliah udah dicopy-in, katanya sih mau beliin ice cream, tapi nyatanya malah kaboooorrrrr
3. Kak Cae -> dari semalam nanyain tuga TPB muluu. Udah dibilang engga ngerjain, masih aja ngotot nanya-nanya. Kayak baru kenal Kiki aja nih orang. Padahal dia mah tau, klo Kiki orangnya 'iya iya - engga engga'
4. Bang Harry -> giliran ngajakin mah semangat banget, giliran batalin, eh cuma sepihak. Udah gitu saya dikacangin .-. Untung aja ni anak selalu bikin ketawa, kalo engga mah saya cincang as soon as possible :p
5. Bang If -> dia yang gaje, eh dia yang ngambek. Yaaa kayak biasalah. Tapi mah mentang-mentang hape baru, sibuk ol muluuuu. Terabaikanlah Rizki Dwi Putri dan level nyebelinnya naik 10 tingkat :o
6. Bang Adil -> tadi lagi cerita kejadian memalukan yang baru Kiki alami, katanya sih lucu, tapi emotnya, -_-" , bukannya ketawa
7. Database -> udah berusaha latihan demi kuis atau pra UTS besok, ehh malah tabel pentingnya kelupaan. Lupa materi -,- Luntur semangat belajar malam ini. Akhirnya hijrah ke blog

Daftar bahagia hari ini:
1. Hafiz -> ini adalah adek yang jadi pendukung setia di rumah. Saking BT-nya tadi siang dan ga tau mau ngapain, akhirnya nelpon dia dan minta beliin siomay. Katanya duitnya ga cukup. Akhirnya di pulang sekolah dan sepedaan. Pulang sepedaan dia beliin siomay.. hmmmmm bener-bener adik yang baik. Terharu deh.. hiks hiks..

2. Pak Oyong (Irsyal Ali) -> Ini dia dosen Teknik Proyeksi Bisnis (TPB). Tadinya berencana bolos di pelajaran bapak itu, malah udah nemplok manis di rumah. Saking pengertiannya, bapak juga ga niat ngajar hari ini, karena bapak ga datang. Aahhaaayyyy

Hal memalukan hari ini:
Niatnya latihan Database, karena stuck dan ga tau mau ngapain akhirnya nyoba nimbrung di grup whatsApp. Dipikiran pengen bilang amnesia, tapi yang terkirim malah insomnia. Udah diperbaiki ehh malah typo. Serius, itu memalukan dan akhiryna milih kaburrr ke blog

Sekian kisah hari ini yang kayak gado-gado disiram Cappucino -,-

Jumat, 06 September 2013

Pergi

Harap berganti kecewa saat kau berbalik dan memunggungiku
Pada rinai yang menetes aku resah
Angin memelukku dalam duka
Meski aku tau maksud semua ini
Tapi kau masih saja menoleh dan menjauh
Ingin kuhentikan langkahmu
Atau membalikkan badanmu
Tapi kakiku terikat ketakutan
Mematung pada sosok yang hilang
Pergi...
Pergi.
Pergi!

Kamis, 05 September 2013

!

Kalau memang kebodohan dan pengharapan ini menjadi sebab luka, maka biar ku korbankan rasa. Karena kecewa yang selalu kau undang menyapaku membuat semua terasa sakit luar dalam. Aku menggila karena lupa rasanya, terlalu lama hingga tak bisa kuingat.

Aku juga ingin bersikap egois. Mementingkan diri sendiri tanpa peduli perasaan dan pengorbanan orang lain. Membiarkan semua terjadi asalkan berada di posisi aman. Tak perlu mengorbankan diri sendiri untuk membahagiakan orang lain.

Saat-saat seperti ini rasanya benar-benar remuk. Ingin lakukan apapun untuk mengintimidasi kegilaan ini. Terlalu banyak hal memalukan yang tak seharusnya dilakukan. Menyesal? Saai ini begitu, tapi nanti akan terulang lagi siklus kebodohan ini. Mempermalukan diri sendiri!

Atau sekalian saja kehilangan jati diri lalu pergi

Kenapa aku terlalu peka? Rasanya sungguh sakit. Benci dengan ketololan yang dicipta sendiri.

Minggu, 01 September 2013

Terselip di Twitter

#1
Apa kabar cinta?
Titip rindu di hatimu
Aku pilih berdamai dengan cinta
Maka kucumbu rindu yang membelenggu
Sebab tak ada penawar racun kegalauan ini
Hmm.. rinduku menggumpal
If you here, it is enough for me

#2
Bisakah cinta bicara saat tak ada indera yang mampu mengungkap?
Meremuk!! Saat hati terbakar cemburu
Setiap malam aku tidur dengan hati yang patah
Surat cinta yang tak terkirim
Bagaimana bisa kau pahami pesanku?
Aku pilih melepasmu
Benar-benar melepas dan kehilanganmu
Aku tak ingin mati sia-sia
Sungguh!