Minggu, 18 Mei 2014

Sesuatu antara Teh dan Kopi

Akankah kita bertemu lagi kemudian membuka perbincangan antara teh dan kopi? Tapi kurasa akan bertambah satu hidangan di meja, mungkin dia suka jus atau mengikuti menu kita? Mungkin canggung yang terhidang!

Kira-kira apa topik perbincangan kita? Mungkin diawali menanyakan kabar, kesibukan, dan sekedar basa-basi. Lalu untuk apa bertemu? Hanya untuk melihat sikapmu atau pandanganmu? Atau melihat sisa penderitaanku? Hal itu tak akan kau lihat, aku terlalu lihai untuk itu :)

Teh, kenapa aku menyukai teh? Karena aku pengagum teh, aku tertarik. Aku tak punya alasan pasti, tapi teh selalu bisa menemani dalam situasi apa pun, teh selalu tersedia di mana saja. Teh lebih bisa menjadi teman dibanding manusia yang mengaku menjadi temanku, padahal selalu mengabaikanku. Simple, menarik, dan membuat nyaman. Cukup!

Kopi, kenapa kau menyukai kopi? Karena hitam atau apa? Terserah kau!

Jumat, 16 Mei 2014

Ada yang aneh di tahun ini. Tetiba ngerasa ga mau ulang tahun, pengennya tahun ini skip aja dan tahun depan lagsung 22 tahun aja. hehe..

Banyak hal yang terjadi selama usia 20 ini, amat sangat berharga. Belum bisa melakukan apa-apa untuk keluarga. Saat kuperhatikan orang tuaku dengan seksama, seketika hati ini tersentuh. Mereka tak sekuat dulu, bahkan wajah mama yang kencang mulai muncul keriput, meski tetap terlihat cantik, lebih cantik dariku. Papa pun begitu, pinggangnya yang dulu cidera, terkadang kumat dan tak setangguh dulu. Aku semakin takut bertambah usia. Berarti semakin berkurang kesempatanku membahagiakan mereka.

Saat papa menanyakan rencana masa depanku pagi ini, aku berusaha sekuat hati menahan tangis. Tetiba mereka begitu perhatian, bahkan mereka menasehatiku-hal yang sangat jarang mereka lakukan. Hal itu membuat aku semakin takut untuk bertambah usia

Minggu, 11 Mei 2014

celoteh siang ini

Mungkin kita memang tak bisa bertahan dengan kesendirian. Sekuat apa pun aku dimata mereka yang mengatakan begitu, aku ternyata tak sekuat itu, seperti hari ini. Memang sedikit aneh hari ini, mungkin terlalu lelah.

Setelah mendengar banyak lagu, salah satunya Jika Kau Percaya by Seventeen, setidaknya aku tersentil. Bukannya aku kuat sendiri, tapi aku terbiasa mengabaikan sepi. Tapi beberapa waktu ada masanya saat aku terfikir tentang itu, seperti sekarang.

Alangkah nyaman jika ada seseorang yang mendengar keluhku dan berceloteh tentang nasehat untukku. Apalagi saat banyak tekanan saat ini. Ya setidaknya aku punya alasan untuk bermanja dan menyita pikirannya. Hahaha cuma khayalan

Kadang terpikir, kenapa kisahku selalu gagal? Aku tak punya cukup waktu untuk mengeksplor kemampuanku untuk berkasih sebab kesempatanku tak banyak. seandainya ada tiket kesempatan untuk itu, pasti kuborong.

Btw, seseorang pernah bilang harga diriku tinggi dan aku terlalu menjaga itu. Mungkin benar, tapi aku punya alasan untuk itu. Aku tidak harus menjatuhkan harga diri untuk hal yang tidak seharusnya, setidaknya itulah cara untuk menjaga diri.

Sabtu, 03 Mei 2014

Kita dan Sederhana

Aku mencintaimu dengan sederhana,
sesederhana alasanku mencintaimu,
sesederhana awal mula kita bercakap,
sesederhana percakapan kita biasanya,
sesederhana perjumpaan yang kita sepakati.

Kau menganggapku sederhana,
sesederhana kau datang dan pergi,
sesederhana kau menulis pesan,
sesederhana kau menyesal,
sesederhana aku di matamu.

Kesederhanaan kita tak bisa menyatu, karena kita punya ukuran tersendiri. Kita punya pemahaman berbeda, karena kita punya penilaian berbeda. Kisah kita sederhana, tapi kita rumit.