Terima kasih kepada Robi Mustafa Ilham yang menginspirasi tulisan ini ^^
A : masih ada konflik bang?
B : hmm.. nggak. udah tanpa kabar aja sekarang
A : terus gimana?
B : rasanya kayak habis pembuangan
A: habis pembuangan? hahahaha.. udah plong dong ya?
B : iya udah plong
A : udah plong sih tapi perut jadi kosong
B : hahaha
A : kalo ga dibuang. jadinya nyimpen sampah
kalo dibuang, perut jadi kosong
B : benerrr
Itulah cuplikan perbincangan dengan salah satu teman yang menginspirasi lahirnya tulisan ini.
Gitulah kira-kira perumpamaan menjalani hubungan yang udah ga sehat, maksudnya udah ga harmonis.
Kalau dipertahankan, cuma bikin penyakit. Masalah makin numpuk dan konflik senantiasa membuntuti. Akhirnya muak sendiri dan nyampah di hati dan pikiran.
Nah, kalo disudahi, ya harus terima sakitnya kehilangan. Kehilangan selalu menyisakan kenangan, hati pun jadi kosong karena kehilangan sosok yang selalu mengisinya.
Kamis, 18 Juli 2013
Rabu, 17 Juli 2013
Masih sedia
Apa kau kehabisan waktuku?
Apa aku tak menyisakan waktu untukmu?
Apa kau kira aku meninggalkanmu dan lukamu?
Tidak!!
Sama sekali tidak
Hapuskan semua pikiran itu
Aku masih di sini, sedia untukmu dan mereka
Waktuku selalu tersedia untuk mendengarkan semua keluhmu
Tentang racun yang selalu menyusup dalam minumanmu
Atau belati yang tersembunyi di balik selimutmu
Untuk orang-orang yang selalu menemaniku dengan ceritanya :))
Apa aku tak menyisakan waktu untukmu?
Apa kau kira aku meninggalkanmu dan lukamu?
Tidak!!
Sama sekali tidak
Hapuskan semua pikiran itu
Aku masih di sini, sedia untukmu dan mereka
Waktuku selalu tersedia untuk mendengarkan semua keluhmu
Tentang racun yang selalu menyusup dalam minumanmu
Atau belati yang tersembunyi di balik selimutmu
Untuk orang-orang yang selalu menemaniku dengan ceritanya :))
Kamis, 11 Juli 2013
Teller Kece
ini berkah Ramadhan apa godaan ya?
Whatever, yang penting happy.
Pagi ini saat mengunjungi bank favorit yang belokasi di dekat rumah, sedikit keraguan menyelinap. Pasalnya, tiba-tiba bank tersebut begitu ramai, tak seperti biasa. Berdasarkan info yang didapat dari satpam, untungnya yang ramai cuma di ATM dan CSO. Keanehannya tak berhenti di situ. Biasanya cuma ada seorang satpam yang bertugas, tapi tadi malah ada 2 orang, dan bukan orang yang biasa bertugas di sana.
Nah, kita masuk ke bagian aneh yang menjadi favoritku hari ini. Urutannya masih sama, masuk -> dikaih no antrean -> nunggu bentar -> dipanggil
Anehnya, kok tellernya cowo semua ya? Dan yang paling kece ada di teller 2. Ya, teller 2, tempat di mana aku harus bertransaksi.
Dialog formal pun terjadi, tapi lebih banyak dialog yang terjadi dibanding teller cewe yang biasanya. Rasanya ingin merubah dialog itu menjadi dialog nonformal, atau setidaknya semiformal. Tapi ku tak punya cukup keberanian, karena si teller 1 sesekali memperhatikan kami. (cieeeee kami.. || Iya kami. hubungan antara teller dan nasabah!)
J-A-Z-Z-Y.
Yap, JAZZY. Itu yang tertulis di sana. Nama yang unik, tapi cocoklah untuk pria dengan ketampanan dan keramahan seperti itu. Pria yang bersikap sopan dan melayani dengan senyum. Ohh rasanya nyaman di sana, pada posisi itu. Berhubung ini Ramadhan, jadi amalan puasanya harus dijaga. Jadi pandangan dialihkan saja ke papan nama dan televisi yang entah menayangkan apa.
Perpisahan memang memilukan. Tapi selalu ada akhir yang harus dijalani. Semoga lain waktu bisa berjumpa lagi ya, Jazzy :))
Whatever, yang penting happy.
Pagi ini saat mengunjungi bank favorit yang belokasi di dekat rumah, sedikit keraguan menyelinap. Pasalnya, tiba-tiba bank tersebut begitu ramai, tak seperti biasa. Berdasarkan info yang didapat dari satpam, untungnya yang ramai cuma di ATM dan CSO. Keanehannya tak berhenti di situ. Biasanya cuma ada seorang satpam yang bertugas, tapi tadi malah ada 2 orang, dan bukan orang yang biasa bertugas di sana.
Nah, kita masuk ke bagian aneh yang menjadi favoritku hari ini. Urutannya masih sama, masuk -> dikaih no antrean -> nunggu bentar -> dipanggil
Anehnya, kok tellernya cowo semua ya? Dan yang paling kece ada di teller 2. Ya, teller 2, tempat di mana aku harus bertransaksi.
Dialog formal pun terjadi, tapi lebih banyak dialog yang terjadi dibanding teller cewe yang biasanya. Rasanya ingin merubah dialog itu menjadi dialog nonformal, atau setidaknya semiformal. Tapi ku tak punya cukup keberanian, karena si teller 1 sesekali memperhatikan kami. (cieeeee kami.. || Iya kami. hubungan antara teller dan nasabah!)
J-A-Z-Z-Y.
Yap, JAZZY. Itu yang tertulis di sana. Nama yang unik, tapi cocoklah untuk pria dengan ketampanan dan keramahan seperti itu. Pria yang bersikap sopan dan melayani dengan senyum. Ohh rasanya nyaman di sana, pada posisi itu. Berhubung ini Ramadhan, jadi amalan puasanya harus dijaga. Jadi pandangan dialihkan saja ke papan nama dan televisi yang entah menayangkan apa.
Perpisahan memang memilukan. Tapi selalu ada akhir yang harus dijalani. Semoga lain waktu bisa berjumpa lagi ya, Jazzy :))
Langganan:
Postingan (Atom)