Ini Sabtu, rasanya tepat untuk mengupas cinta sedikit demi sedikit. Cinta? Tentang cinta lagi? Walaupun sempat jemu memikirkan soal cinta, tapi tak ada habisnya bahan yang disajikan cinta untuk dibahas dan dinikmati. cieeeeeee :)) Prok prok prok....
Saat ini, jangan bayangkan aku akan membahas tentang kebahagian, apalagi membayangkan bahwa aku tersenyum sambil mengetik ini. Are you ready? Let's start!
Postingan ini terinspirasi dari banyak perempuan, terutama yang siang ini membuat ku berniat untuk memposting ini, yaitu my lovely sister...
Seorang perempuan memang harus bisa menjaga kualitas dirinya untuk mendapatkan nilai tinggi di hadapan pria. Mungkin banyak yang bersikap sedikit angkuh dan dicap "sok jual mahal". Ya, disini bicara tentang "harga", tapi bagiku lebih baik untuk menyebut "nilai".
Jika menggunakan "harga", maka seorang wanita yang mematok harga yang mahal, bahkan sangat mahal, mungkin akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pembeli. Mungkin karena pembeli tak mampu membeli, tapi tak semua orang tak mampu membeli kan? Ingat, orang cerdas selalu memiliki safety cash, apalagi pria yang memiliki rancangan masa depan "sempurna". Bukan berarti mereka tak memiliki cukup dana sesuai harga yang kamu patok. Tapi, tentu mereka akan berfikir tentang kesesuaian harga dan nilai. Bisa saja dia berfikir bahwa seorang dirimu sebanding dengan 10 yang lainnya. Sangat kuat. Tapi hindari pria yang hanya main-main! Kita butuh kesungguhan :)
Sepertiya di sini butuh negosiasi. Bukankah cinta itu penyatuan? Akan terlihat seberapa egois dirimu. Akan ada seni menawar yang dipadu dengan konsistensi dan sentuhan rasa dalam cinta. Seberapa kuat dirimu mempertahankan harga dan seberapa cintamu kepadanya untuk mengalah?
Sekian pembahasan kali ini, tapi ingat girls, nilaimu menunjukkan kepribadianmu.
Sabtu, 22 Juni 2013
Minggu, 16 Juni 2013
Tentang Rasa
Rasa yang pernah kualami mungkin pantas disebut cinta. Terkirim pada seseorang yang "memaksa" aku selalu menujunya. Semua tentang dia. Aku menjadi pribadi yang berbeda, melakukan berbagai hal yang tak pernah menjadi identitasku. Sosok itu terlalu melekat dalam memori.
Waktu, membuat semua semakin panjang. Seakan tak punya titik untuk menyudahi. Ada bimbang yang dikulum waktu dan menetes menjadi dilema. Galau. Aku sampai pada puncaknya. Hingga semua perlahan terungkap dan aku divonis untuk meninggalkan rasa yang kupelihara, tentu saja juga meninggalkannya. Hal yang membuatku gila dan frustasi.
Jarak semakin memperparah situasi. Tak mampu menyampaikan rasa lewat mata bagai berada di penjara. Menyiksa. Di beranda jiwa masih ada kursi tamu yang kurawat, belum kubiarkan siapa pun menyentuhnya. Tapi aku harus terima kenyataan, bahwa dia tak berniat mendudukinya lagi.
Kehidupan memberi banyak pengalaman. Bertemu dengan orang-orang baru yang mampu membuatku menemukan jalan keluar dari belantara jiwa. Meski dia tak pernah izinkan aku untuk menemukan yang lain, tapi kali ini aku menentangnya.
Kini aku merasa hidup. Aku mulai memupuk rasa lagi. Meski aku tau tak mudah untuk membuatnya menujuku, tapi pria ini sungguh istimewa. Aku harus membatasi pertumbuhan rasa agar tak membuahkan kecewa. Aku tak berharap ini akan berhasil, tapi aku tak ingin gagal. Sungguh!
Waktu, membuat semua semakin panjang. Seakan tak punya titik untuk menyudahi. Ada bimbang yang dikulum waktu dan menetes menjadi dilema. Galau. Aku sampai pada puncaknya. Hingga semua perlahan terungkap dan aku divonis untuk meninggalkan rasa yang kupelihara, tentu saja juga meninggalkannya. Hal yang membuatku gila dan frustasi.
Jarak semakin memperparah situasi. Tak mampu menyampaikan rasa lewat mata bagai berada di penjara. Menyiksa. Di beranda jiwa masih ada kursi tamu yang kurawat, belum kubiarkan siapa pun menyentuhnya. Tapi aku harus terima kenyataan, bahwa dia tak berniat mendudukinya lagi.
Kehidupan memberi banyak pengalaman. Bertemu dengan orang-orang baru yang mampu membuatku menemukan jalan keluar dari belantara jiwa. Meski dia tak pernah izinkan aku untuk menemukan yang lain, tapi kali ini aku menentangnya.
Kini aku merasa hidup. Aku mulai memupuk rasa lagi. Meski aku tau tak mudah untuk membuatnya menujuku, tapi pria ini sungguh istimewa. Aku harus membatasi pertumbuhan rasa agar tak membuahkan kecewa. Aku tak berharap ini akan berhasil, tapi aku tak ingin gagal. Sungguh!
Jumat, 14 Juni 2013
Kado
Sembilan hari di Pasuruan, Jawa Timur, menyisakan banyak kenangan dan pelajaran tentang hidup, keluarga, dan cinta. Heehehehe. Cinta, kenapa terasa geli saat mengetik kata itu ya?
Aku kumat lagi, tertarik pada pria berseragam :)
Sejak berangkat hingga pulang. Alhamdulillah aku selalu dilindungi Allah :) Dan hal yang membuat semua terasa lebih hidup adalah karena aku bahagia. Ya, bahagia, karena aku menjadi gadis yang tertarik pada berbagai pria dan mendapat banyak perhatian dari orang-orang yang tak dikenal, apalagi dari keluarga sendiri.
Indah. Ya, seindah Kota Batu yang kukunjungi. Penuh cahaya seperti lampu kota yang selalu terang bernderang tak pernah padam. Setiap tatapan dan senyuman serasa energi yang menambah nyawa ku untuk selalu bertahan dalam kebahagiaan. Aku sadar bahwa tak ada yang sia-sia di dunia ini. Di suatu tempat pada suatu waktu kita akan mendapatkan kebahagian dengan berbagi cara, karena Tuhan adil dan tak pernah meninggalkan kita.
Bahagia ini adalah kado terindah dari Tuhan untuk usia spesialku :)
Aku kumat lagi, tertarik pada pria berseragam :)
Sejak berangkat hingga pulang. Alhamdulillah aku selalu dilindungi Allah :) Dan hal yang membuat semua terasa lebih hidup adalah karena aku bahagia. Ya, bahagia, karena aku menjadi gadis yang tertarik pada berbagai pria dan mendapat banyak perhatian dari orang-orang yang tak dikenal, apalagi dari keluarga sendiri.
Indah. Ya, seindah Kota Batu yang kukunjungi. Penuh cahaya seperti lampu kota yang selalu terang bernderang tak pernah padam. Setiap tatapan dan senyuman serasa energi yang menambah nyawa ku untuk selalu bertahan dalam kebahagiaan. Aku sadar bahwa tak ada yang sia-sia di dunia ini. Di suatu tempat pada suatu waktu kita akan mendapatkan kebahagian dengan berbagi cara, karena Tuhan adil dan tak pernah meninggalkan kita.
Bahagia ini adalah kado terindah dari Tuhan untuk usia spesialku :)
Minggu, 02 Juni 2013
20
Alhamdulillahirabbil'alamiin..
Akhirnya sampai juga di usia 20 yang sangat kunanti. Kalau ada yang bertanya kenapa, aku juga tak tahu kenapa aku sangat bahagia di usia 20.
Terima kasih untuk semua ucapan, doa, dan perhatian di hari yang spesial hingga membuatku amat bahagia. Meski diselingi pengorbanan dan kesabaran yang ekstra. Entahlah, mungkin aku benar-benar harus banyak belajar lagi.Aku merasa kalah jika harus emosi, tapi begitu menyebalkan untuk membiarkannya berlaku seenaknya atas ku.
Biarlah. Hari ini aku hanya ingin mengenang kebahagiaan dan menghapus duka yang terlalu lama mengawan di langit hati. Kini kuhadirkan mentari yang membuat semua cerah dan hangat.
Sambutlah hari baru, aku yang baru :)
Akhirnya sampai juga di usia 20 yang sangat kunanti. Kalau ada yang bertanya kenapa, aku juga tak tahu kenapa aku sangat bahagia di usia 20.
Terima kasih untuk semua ucapan, doa, dan perhatian di hari yang spesial hingga membuatku amat bahagia. Meski diselingi pengorbanan dan kesabaran yang ekstra. Entahlah, mungkin aku benar-benar harus banyak belajar lagi.Aku merasa kalah jika harus emosi, tapi begitu menyebalkan untuk membiarkannya berlaku seenaknya atas ku.
Biarlah. Hari ini aku hanya ingin mengenang kebahagiaan dan menghapus duka yang terlalu lama mengawan di langit hati. Kini kuhadirkan mentari yang membuat semua cerah dan hangat.
Sambutlah hari baru, aku yang baru :)
Langganan:
Postingan (Atom)