Rindu ini bertuan
Cinta ini punya pelabuhan
Hanya menunggu jemputan waktu sesuai Lauh Mahfuzh
Aku berserah pada Tuhan
Pada ke-ridha-an orang tua
Hal yang mengantarkanku pada kebahagiaan sentosa
Rabu, 27 Februari 2013
Selasa, 26 Februari 2013
a man with uniform
Belakangan ini aku tertarik dengan pria berseragam, seperti polisi dan pilot. Ketertarikan terhadap pria berseragam itu berawal saat pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) sekitar 2 tahun yang lalu. Polisi yang bertugas begitu gagah dengan seragamnya. Ada kharisma berbeda yang ditimbulkan seragam yang rapi itu.
Haha,,
Bukan karena rambutnya yang tipis atau ototnya yang menyembul. Hanya karena seragamnya aku tertarik dengan mereka. Apa jadinya jika seragam itu tak ada?
Pria yang rapi punya kharisma!
Haha,,
Bukan karena rambutnya yang tipis atau ototnya yang menyembul. Hanya karena seragamnya aku tertarik dengan mereka. Apa jadinya jika seragam itu tak ada?
Pria yang rapi punya kharisma!
Minggu, 24 Februari 2013
"Pelurusan Kaprah"
Perbincangan dengan seorang pekerja seni itu membuka wawasan, termasuk untuk hal berikut ini. Mohon maaf sebelumnya atas identitas sumber yang tidak saya publikasikan, karena saya belum minta izin untuk mengekspos identitas beliau. Tapi saya pastikan beliau bukan orang sembarangan dalam seni, khususnya teater, beliau dapat mempertanggungjawabkan pendapatnya. Berikut kutipan pesan yang saya terima dari beliau :
"Sedapat mungkin jangan ikut2 lagi yang namanya "operet" ya. Kalo perlu kampanyekan bahwa kegiatan tersebut adalah pombodohan. Kebetulan
minggu ini bang dah mulai workshop ke sekolah2 SMA di kota padang
dengan grup teater abang memerangi itu. "Operet" itu kata yang sakral,
operet adalah bagian terkecil dari opera. Jika opera bisa pentas sampai 4
jam, operet biasanya maksimal 2 jam. perlu panggung yang besar,
pemusiknya adalah orkestra, ada adegan tari dan drama di sana yang
indah, langsung, tidak dibuat2, apalagi rekaman lip sing. Sementara itu
hampir di setiap SMA Kota Padang hari ini setiap perpisahan melakukan
sebuah pentas yang mereka sebut pula operet. Istilah itu sudah salah
kaprah dik, yang betul untuk pentas mereka lakukan itu adalah KABARET. Nah, yang lebih parah, naskah yang mereka sebut operet tadi cuma berisi
guyonan yang tidak ada amanat, guyonan konyol. Itu yang bang sebut
pembodohan jadinya. belum lagi kalo kita lihat dapur di balik itu semua,
biasanya pelatih2 operet itu menjadikannya proyek. Mereka cuma modal
rekaman kaset yang di rekam di radio. Kalo dapat Kiki bantu, mulai
sekarang kampanyekan menolak operet di lakukan di sekolah-sekolah,
apalagi atas dasar proyek. Jika dilakukan juga ganti kembali ke nama
aslinya yaitu kabaret, supaya generasi kita tidak malu dengan orang
luar. Dan jika dilakukan lagi, bukan atas proyek!"
Intinya, dalam melakukan sesuatu, usahakan mengetahui dan mencari tau apa sebenarnya yang akan dilakukan. Terlepas dari kebebasan yang dimiliki setiap orang, pada dasarnya segala hal telah diatur dan jalanilah sesuai jalurnya.
Kamis, 14 Februari 2013
Kesadaran
Apa kabar kepingan sejarahku?
Sulit hidup di situasi ini
Berjuang demi hal yang tak kuinginkan
Melakukan tanpa harapan
Cukup jelas, aku tak mampu memutuskan hidupku sendiri!
Aku tak dewasa -seperti katamu- dalam menentukan pilihan
Kini aku tersesat dalam hidup yang sesak
Yang kuinginkan hanya melihat orang tuaku bangga
Tapi aku menyia-nyiakan kesempatan
Aku belum bersedia mati sebelum mereka bangga
Tapi hidupku belum tertata
Semua kurahasiakan
Wajar bila mereka tak mengerti situasiku
Berjalan sendiri, memilukan!
Aku ingin berubah..
Sulit hidup di situasi ini
Berjuang demi hal yang tak kuinginkan
Melakukan tanpa harapan
Cukup jelas, aku tak mampu memutuskan hidupku sendiri!
Aku tak dewasa -seperti katamu- dalam menentukan pilihan
Kini aku tersesat dalam hidup yang sesak
Yang kuinginkan hanya melihat orang tuaku bangga
Tapi aku menyia-nyiakan kesempatan
Aku belum bersedia mati sebelum mereka bangga
Tapi hidupku belum tertata
Semua kurahasiakan
Wajar bila mereka tak mengerti situasiku
Berjalan sendiri, memilukan!
Aku ingin berubah..
Minggu, 03 Februari 2013
Hanya Untuk Lovina
Mentari telah terbit
Ada embun yang menguap
Beserta deru angin menggelitik
Ada cinta yang harus ku jemput
Ada rindu yang harus menyatu
Candu pada senyuman mempesonamu
Getar pada tatapan teduhmu

Ada embun yang menguap
Beserta deru angin menggelitik
Ada cinta yang harus ku jemput
Ada rindu yang harus menyatu
Candu pada senyuman mempesonamu
Getar pada tatapan teduhmu
Sabtu, 02 Februari 2013
Jemputan
Perahuku akan menjemputmu di sana
Bukan!
Mungkin kau mabuk laut
Bagaimana kalau pesawat?
Ah, kau itu takut ketinggian
Hmm, hanya angin yang akan menyampaikan pesanku,
Lekaslah pulang
Bukan!
Mungkin kau mabuk laut
Bagaimana kalau pesawat?
Ah, kau itu takut ketinggian
Hmm, hanya angin yang akan menyampaikan pesanku,
Lekaslah pulang
Langganan:
Postingan (Atom)