Ini tulisan pertama yang terang-terangan tentang pria. Alasannya? Karena dia spesial dan pantas mendapatkannya.
Namanya Dhavid Darlin, pria yang saat ini mengisi hati dan hari-hariku. Mungkin banyak yang heran kenapa seorang "aku" akhirnya luluh pada pria ini. Alasannya, dia membuatku butuh dan nyaman. Hal spesial tentangnya adalah semua hal yang ada padanya. Hahahahaa
Ini buka gombal atau berlebihan, tapi memang dialah orangnya. Mampu membuatku menahan harga diri dan mengontrol ego. Meski terkadang lepas kendali, dia selalu punya cara membuatku sadar dan kembali. Dia tak pernah marah! Bukan berarti dia tak pernah kesal, tapi dia dengan caranya yang tak bisa kujelaskan selalu bisa memberi tahu bahwa aku harus kembali dan tunduk. Ya, tunduk!
Dia petualang, pecinta alam, dan pendaki gunung. Tapi dia penyayang, perhatian, dan punya senyum yang manis. Pandangan matanya yang selalu teduh namun memberi keamanan, meski beberapa kali membuatku histeris di belakang punggungnya saat berkendara. Hahaha, yang ini rahasia ;)
Memang banyak yang bertanya 'kok bisa' saat mengetahui tentang kami, tapi akulah orang pertama yang melontarkan pertanyaan itu. Tak ada tanda yang diberikan sebelumnya, sangat lihai, layaknya kuda hitam. Pemenang datang belakangan. Sekian banyak yang berusaha menarik perhatianku, tapi dialah orang yang mendapatkan hatiku.
Aku jatuh cinta pada caranya, suaranya, dan semua tentangnya.
Rabu, 24 September 2014
Rabu, 17 September 2014
15 September 2014 - DD
Untuk kekasihku..
Ketika kutatap wajah kekasihku..
Betapa aku sangat bersyukur kepada Allah atas anugerah terbesar yang pernah aku terima. Seorang kekasih yang sederhana, namun keridhaan dan keikhlasannya menerima diriku sebagai pasangannya, membuat aku tidak berhenti bahkan tidak akan pernah berhenti bersyukur kepada Allah atas kado hubungan paling indah yang diberikan oleh-Nya kepadaku.
Ketika kutatap wajah kekasihku..
Betapa besar rasa maluku, karena masih banyak kekurangan pada diriku. Dan sungguh banyak kelebihannya, yang mungkin aku tidak akan mampu menandinginya. Seorang kekasih yang tegar dan tidak banyak menuntut. Dia kekasih yang ikhlas menerima segala kelemahan dan kekuranganku, sebagai pasangannya.
Ketika kutatap wajah kekasihku..
Betapa bangga dan bersemangatnya diriku, karena dukungannya terhadap perjuanganku untuk terus memperbaiki diri. Terima kasih :)
Sabtu, 13 September 2014
MOUNT-BEACH
Antara gunung dan pantai, aku tak pernah tahu terdapat langit rasa. Mungkin di gunung dia lebih sering memandangi laut dari pada langit. Aku, dari pantai juga sering memandang gunung. Dia membuatku jatuh hati pada caranya, rasanya, dan segalanya terhadapku. Katanya aku menarik, kapanpun, di manapun, dan dalam situasi apapun, aku mampu menyita pikirannya.
Di bawah langit rasa ini aku nyaman. Nyaman diperlakukan begini, nyaman mendengar ocehannya, dan nyaman menerima semua lagu yang ia nyayikan tiap malam.Dia selalu berhasil mematahkan egoku hingga pada akhirnya aku selalu bersandar dengan segalaku pada ketulusannya. Mungkin gunung mengajarinya cara menyelam, hingga dia selalu bisa membuatku membuka mulut dalam bungkam yang ku tahan.
Gunung memang angkuh dengan kokohnya, maka ia yakin untuk meminta hatiku. Hati yang selalu ku jaga dan tak sembarang orang bisa masuk. Hati yang semakin lama semakin keras hingga mati rasa. Seperti halnya gunung, gunung bukanlah objek untuk ditaklukkan para pendaki, dan hati juga bukanlah hal yang ditaklukkan para pencinta. Tapi Tuhan lah penakluk dari segalanya, pemilik semesta.
Di bawah langit rasa, di antara gunung dan pantai, aku kira terdapat daratan yang bisa dilalui bersama. Daratan tempat kita menyusuri setiap panggilan waktu untuk sampai pada tujuan yang hanya kita rasa tanpa diucap.
Di bawah langit rasa ini aku nyaman. Nyaman diperlakukan begini, nyaman mendengar ocehannya, dan nyaman menerima semua lagu yang ia nyayikan tiap malam.Dia selalu berhasil mematahkan egoku hingga pada akhirnya aku selalu bersandar dengan segalaku pada ketulusannya. Mungkin gunung mengajarinya cara menyelam, hingga dia selalu bisa membuatku membuka mulut dalam bungkam yang ku tahan.
Gunung memang angkuh dengan kokohnya, maka ia yakin untuk meminta hatiku. Hati yang selalu ku jaga dan tak sembarang orang bisa masuk. Hati yang semakin lama semakin keras hingga mati rasa. Seperti halnya gunung, gunung bukanlah objek untuk ditaklukkan para pendaki, dan hati juga bukanlah hal yang ditaklukkan para pencinta. Tapi Tuhan lah penakluk dari segalanya, pemilik semesta.
Di bawah langit rasa, di antara gunung dan pantai, aku kira terdapat daratan yang bisa dilalui bersama. Daratan tempat kita menyusuri setiap panggilan waktu untuk sampai pada tujuan yang hanya kita rasa tanpa diucap.
Sabtu, 06 September 2014
Hati saya ditawar
Hati saya ditawar!
Seseorang yang tidak terduga membuat hati saya dilema. Bukan pesona, bukan kharisma, tapi jiwa. Jiwanya serasa mampu melengkapi diri ini. Diri yang penuh rasa ingin tahu dengan dunia, yang selalu takjub pada kisah dan jalan yang dilaluinya.
Dia, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, tapi mampu menyita! Jangan sampai aku jatuh cinta!
Perihal rasa, aku tak mau bermain lagi. Perihal sosok, kenapa mesti dia? Cukup cerdas, membuatku berpikir ulang mengenai ketetapanku. Hmm, berani sekali dia!
Harus berbuat apa? Membatasi atau membuka hati? Pilihan yang sulit untuk dilakukan sepenuhnya. Dia beruntung, datang di saat yang tepat dan menempatkan diri pada posisi yang tepat. Ingatanku dipasung! Sungguh kejam!
Seseorang yang tidak terduga membuat hati saya dilema. Bukan pesona, bukan kharisma, tapi jiwa. Jiwanya serasa mampu melengkapi diri ini. Diri yang penuh rasa ingin tahu dengan dunia, yang selalu takjub pada kisah dan jalan yang dilaluinya.
Dia, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, tapi mampu menyita! Jangan sampai aku jatuh cinta!
Perihal rasa, aku tak mau bermain lagi. Perihal sosok, kenapa mesti dia? Cukup cerdas, membuatku berpikir ulang mengenai ketetapanku. Hmm, berani sekali dia!
Harus berbuat apa? Membatasi atau membuka hati? Pilihan yang sulit untuk dilakukan sepenuhnya. Dia beruntung, datang di saat yang tepat dan menempatkan diri pada posisi yang tepat. Ingatanku dipasung! Sungguh kejam!
Kamis, 04 September 2014
Selamat semangat di bulan baru :)
Lama ga aktif, akhirnya malam ini bisa nyentuh blog lagi :) Senang sampe ubun-ubun =)
Belakangan ini masalah datang kayak kereta api. Sempat terpasung dalam pusaran masalah yang menyita pikiran itu, akhirnya saya kembali sebagaimana harusnya saya.
Masalah yang datang harus dihadapi dan diselesaikan. Mungkin memang butuh waktu untuk menenangkan diri dan berpikir terbuka terhadap semua. Akhirnya bisa kembali jernih dan sadar pada diri sendiri. Seperti ombak yang akan terlihat indah saat berhadapan dengan angin.
Orang-orang yang sangat peduli dan berusaha mengerti sangat berperan, Bang Sawir dan Bro Dhavid. Bang Sawir yang selalu berusaha membantu semampunya dan tak menampakkan keletihannya mendengar semua keluh dan celoteh. Orang yang menasehati dengan caranya yang halus dan mampu menyadarkan di saat lepas kendali.
Bro Dhavid yang dua hari ini selalu sedia membantu dan direpotkan dengan segala ingin ini. Ya, walaupun dia ga suka dengar kata 'direpotkan', sebab katanya sih dia tulus, tetap aja merasa berhutang sama masbro yang satu ini.
Lama ga aktif, akhirnya malam ini bisa nyentuh blog lagi :) Senang sampe ubun-ubun =)
Belakangan ini masalah datang kayak kereta api. Sempat terpasung dalam pusaran masalah yang menyita pikiran itu, akhirnya saya kembali sebagaimana harusnya saya.
Masalah yang datang harus dihadapi dan diselesaikan. Mungkin memang butuh waktu untuk menenangkan diri dan berpikir terbuka terhadap semua. Akhirnya bisa kembali jernih dan sadar pada diri sendiri. Seperti ombak yang akan terlihat indah saat berhadapan dengan angin.
Orang-orang yang sangat peduli dan berusaha mengerti sangat berperan, Bang Sawir dan Bro Dhavid. Bang Sawir yang selalu berusaha membantu semampunya dan tak menampakkan keletihannya mendengar semua keluh dan celoteh. Orang yang menasehati dengan caranya yang halus dan mampu menyadarkan di saat lepas kendali.
Bro Dhavid yang dua hari ini selalu sedia membantu dan direpotkan dengan segala ingin ini. Ya, walaupun dia ga suka dengar kata 'direpotkan', sebab katanya sih dia tulus, tetap aja merasa berhutang sama masbro yang satu ini.
Langganan:
Postingan (Atom)