Sekarang semua jadi serba salah.
Aku ingin membantu malah berakhir tragis. Mungkin aku salah membantunya berdasarkan pengalamanku. Tak pantas semua diasumsikan padaku saja.
Aku salah mengambil keputusan. Aku lupa bahwa dalam memutuskan sesuatu harus memilih kebutuhan dibanding keinginan. Aku khilaf.
Aku dihantui pengalaman masa lalu yang selama ini memborgolku. Aku kembali pada rasa takut dan ragu. Kecewa sungguh membuatku hilang, hilang akal, hilang rasa.
Aku benci melihat pencuri, perampok, ataupun pencopet. Mengambil barang yang bukan miliknya, bukan haknya. Sekali pun ia tahu itu bukan miliknya, tapi ia tetap mengambil barang itu untuk jadi miliknya.
Aku sedang tak beres untuk mampu mengungkapkan semua dengan jelas dan runtut. Aku hanya ingin menyampaikan semua rasa, karena terlalu sesak untuk menyimpannya hanya di dada.
Jumat, 31 Mei 2013
Senin, 20 Mei 2013
DARAH
Sepekat apa darah menurunkan sifat?
Seperti malam melumat bintang?
Atau tanah menyesat arah?
Satu, dua, tiga, empat, lima, bahkan hampir dua puluh
Sebagian darah itu mengental, sisanya mengencer
Untuk apa tumbuh?
Demi rusuk antah berantah atau ASI yang terlumat?
Darah ini akan musnah ataukah terwariskan
Berharap rusuk itu mampu merubah
Seperti malam melumat bintang?
Atau tanah menyesat arah?
Satu, dua, tiga, empat, lima, bahkan hampir dua puluh
Sebagian darah itu mengental, sisanya mengencer
Untuk apa tumbuh?
Demi rusuk antah berantah atau ASI yang terlumat?
Darah ini akan musnah ataukah terwariskan
Berharap rusuk itu mampu merubah
Kamis, 16 Mei 2013
Aku Punya
Sambutlah aku punya cinta
Kenanglah aku punya rupa
Menyatulah kita punya jiwa
Pahamilah aku punya rasa
Agar kita punya bahagia
Berdua
Sambutlah cinta
Kenanglah rupa
Menyatulah jiwa
Pahamilah rasa
Agar bahagia
Berdua
Kenanglah aku punya rupa
Menyatulah kita punya jiwa
Pahamilah aku punya rasa
Agar kita punya bahagia
Berdua
Sambutlah cinta
Kenanglah rupa
Menyatulah jiwa
Pahamilah rasa
Agar bahagia
Berdua
Jumat, 10 Mei 2013
Rajam Dua Puluh
Gaduh dan peluh
Rajam dua puluh
Ganjil itu peluh
Genap itu gaduh
Tunduk dalam ratap
Pongah dalam harap
Barangkali menangis dalam gelap
Gelap, sudut sukma yang gelap
Rajam dua puluh
Tak bahagia itu boleh
Tapi kecewa itu jangan
Rajam dua puluh
Ganjil itu peluh
Genap itu gaduh
Tunduk dalam ratap
Pongah dalam harap
Barangkali menangis dalam gelap
Gelap, sudut sukma yang gelap
Rajam dua puluh
Tak bahagia itu boleh
Tapi kecewa itu jangan
Langganan:
Postingan (Atom)