Saat air mampu mengalahkan kekentalan darah, saat itu kau mengerti yang telah kau lakukan, kau tau posisi mu!
DARAH memang lebih kental dari pada AIR
Tapi air juga seperti darah, mengalir dan mengisi tubuh
Kamis, 29 November 2012
Rabu, 28 November 2012
Selasa, 27 November 2012
Mimpi indah
Ku suka pria dalam mimpiku
Seperti itu yang ku mau
Meski aku tak tau siapa pria itu, tapi aku bahagia bersamanya
Senyum dan perlakuannya begitu manis
ahhhhh, bahagia jika mimpi itu menjadi nyata
Aku tak ingin terbangun dari mimpi itu, takut semua menghilang
Biarlah aku hidup dalam mimpi itu
Tapi,
Kenyataanya ku terbangun dan harus menghadapi bahwa semua itu mimpi
Ya, mimpi yang indah :))
Seperti itu yang ku mau
Meski aku tak tau siapa pria itu, tapi aku bahagia bersamanya
Senyum dan perlakuannya begitu manis
ahhhhh, bahagia jika mimpi itu menjadi nyata
Aku tak ingin terbangun dari mimpi itu, takut semua menghilang
Biarlah aku hidup dalam mimpi itu
Tapi,
Kenyataanya ku terbangun dan harus menghadapi bahwa semua itu mimpi
Ya, mimpi yang indah :))
Minggu, 25 November 2012
Aku, bintang, dan lumba-lumba
Aku, bintang, dan lumba-lumba
Darat, langit, dan laut
Aku suka, aku mengagumi, dan aku menginginkannya
Darat, langit, dan laut
Aku suka, aku mengagumi, dan aku menginginkannya
Pantai
Jika ada yang bertanya perihal tempat favoritku, maka dengan senang akan ku jawab Pantai :))
Jika ada yang bertanya sebab aku menyukai pantai, maka ini jawabannya:
Aku suka laut yang tenang dan pantai yang berisik
Aku suka pemandangan yang terhampar luas bagai permadani biru menenangkan
Semilir angin beraroma garam dengan sentuhan damai
Beriak di permukaan, tapi begitu dalam
Siapa sangka ada gunung dalam lautan, unpredictable (oh yeah ^^)
Tampilannya simple, tapi isinya begitu kaya
Ya, memang pantai tempat yang bisa membuatku tenang
Membuatku bisa lepas dari belenggu kesibukan dan tekanan
Hanya pantai yang mampu menyuguhkan senyuman di sela tangisku
Di pantai aku mampu menyadari hidup dan kehidupanku
Karena pantai mampu menyatu dengan jiwaku :)
Jika ada yang bertanya sebab aku menyukai pantai, maka ini jawabannya:
Aku suka laut yang tenang dan pantai yang berisik
Aku suka pemandangan yang terhampar luas bagai permadani biru menenangkan
Semilir angin beraroma garam dengan sentuhan damai
Beriak di permukaan, tapi begitu dalam
Siapa sangka ada gunung dalam lautan, unpredictable (oh yeah ^^)
Tampilannya simple, tapi isinya begitu kaya
Ya, memang pantai tempat yang bisa membuatku tenang
Membuatku bisa lepas dari belenggu kesibukan dan tekanan
Hanya pantai yang mampu menyuguhkan senyuman di sela tangisku
Di pantai aku mampu menyadari hidup dan kehidupanku
Karena pantai mampu menyatu dengan jiwaku :)
Selasa, 20 November 2012
sesuatu hari ini
![]() |
| Uki Joon 'Shada |
Uki : "Mba, kalo udah lulus nanti, Uki mau kerja sambil kuliah yang buat karyawan. Trus ngumpulin uang buat bikin pesantren. Soalnya kakak Uki kan ada yang lulusan pondok pesantren, tapi lagi kekurangan dana untuk bikin pesantren. Trus di deket pesantren itu uki mau bikin peternakan, biar santrinya juga punya kerjaan, nanti penghasilannya dibagi sama-sama"
Kagum.
Ya, itulah yang aku rasakan saat dia mengatakan cita-citanya. Ia sangat menyayangi keluarganya, meski orang tuanya telah tiada. Cita-citanya itu bener-bener bikin speechless. Ga nyangka ternyata adik angkatku itu bener-bener berhati mulia dan berjiwa sosial.
Untuk Uki, Mba bangga sama kamu, pastinya keluargamu juga akan bangga, apalagi kalau kamu bisa wujudkan semua itu. Semoga cita-citamu terwujud. Aamiiin..
Yang pengen tau orangnya yang mana, liat aja di Facebooknya : Uki Joon 'Shada
Jumat, 16 November 2012
Presiden Negara Kolong Melarat
Ku lihat begitu banyak rakyat yang ingin hidup miskin. Mereka menutupi kemampuannya dengan berlagak bodoh dan tak berdaya. Apa untuk itu engkau hidup? Tidak! Buka matamu! Terlalu banyak penderitaan yang kau lalui hingga kini kau mati rasa. Tak cukup hanya dengan menengadahkan tangan. Apa benar itu yang kau inginkan?
Kita mengutuk kehidupan bejat para penguasa. Tapi bukan berarti kita tak bisa melakukan sesuatu untuk kehidupan kita sendiri. Mulailah berdiri di kaki sendiri, jangan terlalu berharap pada para penguasa. Kitalah peri dalam hidup kita.
Hanya orang yang menyerah yang akan melarat. Di kolong melarat ini akan kita terbitkan surya kehidupan kita. Di kolong melarat ini akan kita tumpas kemelaratan, bahkan presiden kemelaratan harus dibinasakan, yaitu malas dan berpangku tangan.
Bukan kemiskinan yang membatasi, tapi keinginan yang tak pernah diharapkan. Jangan menjadi lemah hanya karena tak punya rupiah. Kalian masih punya otak dan hati. Ada banyak hal menanti kalian. Tuhan tak kan menyesal menciptakan kita, tapi jangan kecewakan Dia.
Kita mengutuk kehidupan bejat para penguasa. Tapi bukan berarti kita tak bisa melakukan sesuatu untuk kehidupan kita sendiri. Mulailah berdiri di kaki sendiri, jangan terlalu berharap pada para penguasa. Kitalah peri dalam hidup kita.
Hanya orang yang menyerah yang akan melarat. Di kolong melarat ini akan kita terbitkan surya kehidupan kita. Di kolong melarat ini akan kita tumpas kemelaratan, bahkan presiden kemelaratan harus dibinasakan, yaitu malas dan berpangku tangan.
Bukan kemiskinan yang membatasi, tapi keinginan yang tak pernah diharapkan. Jangan menjadi lemah hanya karena tak punya rupiah. Kalian masih punya otak dan hati. Ada banyak hal menanti kalian. Tuhan tak kan menyesal menciptakan kita, tapi jangan kecewakan Dia.
Kamis, 15 November 2012
Yang Terpendam
Senyum itu lirih
Tawa itu perih
Ucapan itu rintih
Tatapan itu letih
Mengapa hujan menyembunyikannya?
Merapikan yg berantakan
Mengumpulkan yg tercecer
Begitulah seharusnya engkau
Tawa itu perih
Ucapan itu rintih
Tatapan itu letih
Mengapa hujan menyembunyikannya?
Merapikan yg berantakan
Mengumpulkan yg tercecer
Begitulah seharusnya engkau
Sabtu, 10 November 2012
Mr. Sejagat
Langganan:
Postingan (Atom)





