Jangan sepelekan "saatnya istirahat", karena bisa berarti sementara atau selamanya.
Contohnya, seorang manajer mengatakan, "saatnya saya istirahat", mungkin sekedar menginginkan cuti atau malah pensiun. Bahkan bukan tidak mungkin suatu pertanda untuk istirahat dengan tenang selamanya, di alam baka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar