Hal yang sangat kuharap adalah bertemu denganmu
Langsung!
Banyak hal yang tak mampu diungkapkan kata
Tapi hanya bisa dijabarkan mata
Sebab aku tak ingin bertengkar
Hanya ini menyatukan rasa yang berpencar
Selang beberapa waktu aku menawarkan blog ini sebagai jawaban
Tapi kau tak tanyakan alamatnya dan hanya beralasan kuota internetmu limitted
71 hari lagi waktu yang kutunggu untuk menentukan jalan hidup
Mulai menata hidup dan rasa
Kini sedikit demi sedikit bayanganmu memudar
Hingga suatu saat aku tak ingat wajahmu, seperti waktu dulu
Hanya sisa senyuman saat SD dulu
Tak lebih
Sabtu, 23 Maret 2013
Rabu, 20 Maret 2013
KMS
Kepergianmu
Kurelakan taman menjadi semak belukar usai kepergianmu
Tiada titah atau pun wasiat
Kau berlalu begitu saja, mengangin
bertumpuk-tumpuk naskah kutulis disertai air mata dan darah
Tak satu pun kau perankan
Ku sudah buat janji dengan kepala-kepala itu
Tapi panggung itu tetap kosong tanpa nyawa
Dan kau berkelana tanpa pamit dan menyuruhku menunggu
Menunggu
Karena menunggumu aku tak tahu usiaku berapa
Aku tak mau memikir angka
Sebab angka berbatas
Sedang penantianku tidak
Untukmu.
Setia
Sabit tak mampu membingkai senyum mu
Karena bulan hanya memantulkan cahaya matahari
Sementara senyum mu kekal
Tak ada pembanding bagimu
Lalu atas dasar apa aku harus berpaling dan menepismu
Tak ada alasan untuk itu
Sungguh.
Selasa, 19 Maret 2013
Nuansa Rindu
#1
Emosiku dipermainkan waktu dalam lingkar petaka yang kusam
#2
Karena aku mencinta, tak sekedar merasa
Karena aku merindu, tak sekedar menunggu
Emosiku dipermainkan waktu dalam lingkar petaka yang kusam
#2
Karena aku mencinta, tak sekedar merasa
Karena aku merindu, tak sekedar menunggu
Kamis, 14 Maret 2013
Diracun
Kau suguhkan racun dalam jamuan kita
Kuteguk perlahan dan kunikmati
Kau tatap aku dengan pandangan menusuk
Kubalas dengan senyuman menggoda
"Senja ini begitu indah, maka kita akan buat sejarah", katamu
"Perayaan terbenamnya matahari", balasku
Akhirnya senyummu tersungging seiring busa yang keluar dari katup bibirku
Kuteguk perlahan dan kunikmati
Kau tatap aku dengan pandangan menusuk
Kubalas dengan senyuman menggoda
"Senja ini begitu indah, maka kita akan buat sejarah", katamu
"Perayaan terbenamnya matahari", balasku
Akhirnya senyummu tersungging seiring busa yang keluar dari katup bibirku
Jumat, 08 Maret 2013
Memantaskan
Mereka bilang postingan di akun sosial saya selalu "galau".
=> Ya, postingan saya mayoritas terinspirasi dari perasaan dan akal.
Mereka bilang berarti saya belum "move on".
=> Ya, saya belum move on 100%, tapi saya usahakan sesegera mungkin 100%.
Mereka bilang saya bodoh mengingat "pria" itu.
=> Ya, kebodohan saya adalah tetap pada kebodohan itu.
Mereka bilang saya pantas dapatkan yang jauh "lebih baik".
=> Ya, Tuhan menciptakan orang baik untuk orang baik, begitu pun sebaliknya.
Mereka tanya apa yang saya dapatkan selama ini.
=> Saya mendapatkan lebih dari yang terlihat. Mengenal dunia yang jauh berbeda. Mengenal banyak orang di berbagai tempat dan karakter.
Mereka tanya apa yang akan saya lakukan.
=> Saya akan memantaskan diri untuk pasangan saya kelak, siapa pun itu.
Mendewasakan diri pada perbedaan sifat, sikap, dan pola pikir yang berbeda pada setiap orang.
Menebar senyum pada setiap tatapannya.
Menyediakan diri untuk selalu di sisinya.
Mematuhi insan yang akan mengantarkan surga bagi saya.
Mengerti setiap tanda dari jiwa dan raganya.
Menjadi apapun yang dia butuhkan.
Ya, masih banyak yang harus saya pelajari untuk memantaskan diri. Hingga suatu saat Tuhan yakin untuk mendatangkan pasangan di saat yang tepat.
=> Ya, postingan saya mayoritas terinspirasi dari perasaan dan akal.
Mereka bilang berarti saya belum "move on".
=> Ya, saya belum move on 100%, tapi saya usahakan sesegera mungkin 100%.
Mereka bilang saya bodoh mengingat "pria" itu.
=> Ya, kebodohan saya adalah tetap pada kebodohan itu.
Mereka bilang saya pantas dapatkan yang jauh "lebih baik".
=> Ya, Tuhan menciptakan orang baik untuk orang baik, begitu pun sebaliknya.
Mereka tanya apa yang saya dapatkan selama ini.
=> Saya mendapatkan lebih dari yang terlihat. Mengenal dunia yang jauh berbeda. Mengenal banyak orang di berbagai tempat dan karakter.
Mereka tanya apa yang akan saya lakukan.
=> Saya akan memantaskan diri untuk pasangan saya kelak, siapa pun itu.
Mendewasakan diri pada perbedaan sifat, sikap, dan pola pikir yang berbeda pada setiap orang.
Menebar senyum pada setiap tatapannya.
Menyediakan diri untuk selalu di sisinya.
Mematuhi insan yang akan mengantarkan surga bagi saya.
Mengerti setiap tanda dari jiwa dan raganya.
Menjadi apapun yang dia butuhkan.
Ya, masih banyak yang harus saya pelajari untuk memantaskan diri. Hingga suatu saat Tuhan yakin untuk mendatangkan pasangan di saat yang tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)