Rabu, 20 Maret 2013

KMS

 Kepergianmu

Kurelakan taman menjadi semak belukar usai kepergianmu
Tiada titah atau pun wasiat
Kau berlalu begitu saja, mengangin
bertumpuk-tumpuk naskah kutulis disertai air mata dan darah
Tak satu pun kau perankan
Ku sudah buat janji dengan kepala-kepala itu
Tapi panggung itu tetap kosong tanpa nyawa
Dan kau berkelana tanpa pamit dan menyuruhku menunggu


Menunggu

Karena menunggumu aku tak tahu usiaku berapa
Aku tak mau memikir angka
Sebab angka berbatas
Sedang penantianku tidak
Untukmu.


Setia

Sabit tak mampu membingkai senyum mu
Karena bulan hanya memantulkan cahaya matahari
Sementara senyum mu kekal
Tak ada pembanding bagimu
Lalu atas dasar apa aku harus berpaling dan menepismu
Tak ada alasan untuk itu
Sungguh.

Tidak ada komentar: