Kau seperti cermin, memantulkan aku apa adanya
Terlihat jalan panjang pada sinar itu
Menggapai apa pun yang menjadi alibi
Merasa hilang saat engkau hilang
Pada mata itu aku terpaku
Melihat diriku seutuhya
Dengan cela dan puja
Cukup berkaca pada mata itu, aku tahu diri
Aku akan bertahan sejauh yang aku mampu
Untuk selalu berada di hadapannya
Di depan pemilik mata itu
Tempat aku biasa melihat diriku
Minggu, 27 Oktober 2013
Selasa, 15 Oktober 2013
kanak
Enaknya saat kanak,
lakukan kesalahan tanpa disalahkan
Meraja tanpa harus jadi raja
Apalagi punya kerajaan
Ah, capeknya jadi kanak
Setiap saat selalu bergerak
Mudahnya punya cita-cita
Menjadi orangmulia
Bahagia!
Hari ini di rumah, besok di lapangan
Hari ini sepeda, besok layangan
Hari ini tawa, besok tangis
Tetap saja bahagia!
lakukan kesalahan tanpa disalahkan
Meraja tanpa harus jadi raja
Apalagi punya kerajaan
Ah, capeknya jadi kanak
Setiap saat selalu bergerak
Mudahnya punya cita-cita
Menjadi orangmulia
Bahagia!
Hari ini di rumah, besok di lapangan
Hari ini sepeda, besok layangan
Hari ini tawa, besok tangis
Tetap saja bahagia!
Kamis, 10 Oktober 2013
in memoriam
Setiap pagi ku kan menanyakan rencanamu hari itu. Saat malam aku kan menanyakan kegilaan apa yang kau buat hari itu. Saat di sana hujan, ku kan bertanya apa ada petir atau gemuruh yang membuatmu takut. Saat kau jatuh, terluka, dan sakit, aku akan bernyanyi hingga kau tertawa.
Maaf aku tak bisa membantumu bangkit saat jatuh, menemanimu saat sakit, atau mengusap air matamu saat terluka. Setidaknya aku selalu membuatmu tertawa saat sendu mengganggu.
Aku tak pernah melihat tawamu, hanya bisa mendengarnya. Satu hal yang sulit untuk ku lakukan adalah berada di sampingmu, di sisimu.
Maaf aku tak bisa membantumu bangkit saat jatuh, menemanimu saat sakit, atau mengusap air matamu saat terluka. Setidaknya aku selalu membuatmu tertawa saat sendu mengganggu.
Aku tak pernah melihat tawamu, hanya bisa mendengarnya. Satu hal yang sulit untuk ku lakukan adalah berada di sampingmu, di sisimu.
Langganan:
Postingan (Atom)