Senin, 22 Juni 2015

Saya Ingatkan Sebelum Dilupakan

Saya ingatkan sebelum dilupakan.

Ingatlah ada satu anggota yang dipilih menjadi bendahara, berasal dari kelompok A. Orang pertama yang membuka suara di kelompok A. Orang yang berharap ditempatkan di nagari yang jauh, sebab ingin mencoba hidup jauh dari pingitan orang tua. Orang yang diam hanya saat tidur, cukup manja tapi suka bekerja. Orang yang mungkin menyebalkan karena disiplin dan patuh, patuh pada aturan maupun ketua. Orang yang kelewatan becanda dengan ketua, maaf, saya khilaf :(

Dapat award cengeng, tapi gampang dibuat tertawa dan suka tersenyum :) Orang yang dalam tiga hari sudah betah di Sontang Cubadak. Ingatlah orang ini yang selalu menganggap tim SC sebagai karib meski banyak yang mengabaikan. Bila kalian mengingat, insyaAllah saya juga ingat. Ingatlah prinsip saya yang saya sampaikan dari awal, saya orang yang SALING.

Orang mungkin terlupa, tapi rasa tetap ada. Itulah kenapa dalam hidup ada sejarah. Ingatlah, kehidupan bukan sesuatu yang dihadapi untuk dibuang, tapi dikenang. Mohon maaf lahir dan bathin untuk semuanya, salam rindu dari hati. Keep smile :)

Selasa, 16 Juni 2015

Pengkhinat dan Pencuri

Kuda hitamku berlari sendiri lalu diambil pencuri
Aku berdiam diri dan membiarkannya pergi
Salahnya sendiri lari tak tahu diri!

Aku kasihan
Mungkin dia kebingungan
Mungkin dia juga heran
Mentang-mentang punya pilihan
Ia putuskan untuk kehilangan
Apa boleh buat, sudah lepas dari genggaman
Aku pun tak kan beri tebusan

Dia sama saja dengan pencuri, tak tahu terima kasih!
Makanya kubiarkan dia pindah

Selasa, 09 Juni 2015

Jenis Jenuh dalam Hubungan

Cukup ga produktif akhir-akhir ini sampai akhirnya hari ini aku mulai lagi untuk kembali berbagi kehidupan dengan viewer blog ini :)

Diskusi beberapa hari lalu memantapkan keyakinanku, bahwa hidup itu ada aturannya, polanya. Hanya saja kita tak cukup memahami tanda-tanda itu. Untuk itulah kita perlu merenung dan memahaminya, supaya seandainya suatu saat terjadi, kita punya solusi, bahkan bisa mengantisipasi.

Nah, sekarang pembahasan kita mengenai kejenuhan dalam suatu hubungan, seperti pacaran. Bagi saya, terdapat dua jenis bosan atau jenuh dalam hubungan ini, pertama jenuh dengan pasangan dan kedua jenuh dengan hubungan.

Jenuh dengan pasangan biasanya akan mulai mengurangi intensitas komunikasi dan cenderung menghindar saat diajak ketemu, sebab komunikasi langsung secara visual umumnya akan mengingatkan lagi tentang 'rasa'. Bosan kategori ini cenderung berujung pada pengkhianatan atau munculnya orang ketiga. Inilah cikal bakal munculnya perselingkuhan. Orang pada kategori ini lebih banyak mengalihkan pikiran pada lawan jenis, mulai dari obrolan santai, lalu peasaran dan mulai tertarik, berakhir pada suka-sukaan.

Jenuh dalam hubungan lebih dominan pada perasaan 'capek'. Orang yang berada pada situasi ini lebih banyak pasif tapi masih berusaha menjaga status hubungan, salah satu penyebabnya adalah hubungan yang telah terjalin lama (bertahun-tahun). Kategori ini lebih bersifat 'kalem', sebab pelarian atau hiburan yang dicari bukan berorientasi pada pengganti, tetapi pada kesibukkan. Contohnya, mereka akan lebih sering kumpul dengan teman-teman, melakukan hobby dengan komunitas, dsb. Pastinya mereka juga ingat si 'dia', tapi mereka lebih bersikap santai, sebab mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman dan tentunya tak ingin jadi bahan lelucon.

Ya, kira-kira itulah jenis dan beda dari jenuh dalam suatu hubungan. Setidaknya kita bisa memahami dan menjaga diri. Sekian dulu postingan kali ini, semoga bermanfaat :)