Cukup ga produktif akhir-akhir ini sampai akhirnya hari ini aku mulai lagi untuk kembali berbagi kehidupan dengan viewer blog ini :)
Diskusi beberapa hari lalu memantapkan keyakinanku, bahwa hidup itu ada aturannya, polanya. Hanya saja kita tak cukup memahami tanda-tanda itu. Untuk itulah kita perlu merenung dan memahaminya, supaya seandainya suatu saat terjadi, kita punya solusi, bahkan bisa mengantisipasi.
Nah, sekarang pembahasan kita mengenai kejenuhan dalam suatu hubungan, seperti pacaran. Bagi saya, terdapat dua jenis bosan atau jenuh dalam hubungan ini, pertama jenuh dengan pasangan dan kedua jenuh dengan hubungan.
Jenuh dengan pasangan biasanya akan mulai mengurangi intensitas komunikasi dan cenderung menghindar saat diajak ketemu, sebab komunikasi langsung secara visual umumnya akan mengingatkan lagi tentang 'rasa'. Bosan kategori ini cenderung berujung pada pengkhianatan atau munculnya orang ketiga. Inilah cikal bakal munculnya perselingkuhan. Orang pada kategori ini lebih banyak mengalihkan pikiran pada lawan jenis, mulai dari obrolan santai, lalu peasaran dan mulai tertarik, berakhir pada suka-sukaan.
Jenuh dalam hubungan lebih dominan pada perasaan 'capek'. Orang yang berada pada situasi ini lebih banyak pasif tapi masih berusaha menjaga status hubungan, salah satu penyebabnya adalah hubungan yang telah terjalin lama (bertahun-tahun). Kategori ini lebih bersifat 'kalem', sebab pelarian atau hiburan yang dicari bukan berorientasi pada pengganti, tetapi pada kesibukkan. Contohnya, mereka akan lebih sering kumpul dengan teman-teman, melakukan hobby dengan komunitas, dsb. Pastinya mereka juga ingat si 'dia', tapi mereka lebih bersikap santai, sebab mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman dan tentunya tak ingin jadi bahan lelucon.
Ya, kira-kira itulah jenis dan beda dari jenuh dalam suatu hubungan. Setidaknya kita bisa memahami dan menjaga diri. Sekian dulu postingan kali ini, semoga bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar