Minggu, 27 Oktober 2013

Cermin

Kau seperti cermin, memantulkan aku apa adanya
Terlihat jalan panjang pada sinar itu
Menggapai apa pun yang menjadi alibi
Merasa hilang saat engkau hilang

Pada mata itu aku terpaku
Melihat diriku seutuhya
Dengan cela dan puja
Cukup berkaca pada mata itu, aku tahu diri

Aku akan bertahan sejauh yang aku mampu
Untuk selalu berada di hadapannya
Di depan pemilik mata itu
Tempat aku biasa melihat diriku


1 komentar:

half moon mengatakan...

mungkin aku tak seperti cermin,
yang ikut tertawa saat kau tertawa,
yang menangis saat kau mulai meneteskan air mata,
yang bersedih sekuat kau bersedih.

aku tak ingin menjadi seperti cermin.
karena aku tak akan bisa tertawa saat kau menangis,
aku tak bisa bersedih saat kau bahagia,
selalu mengikuti apa yang kau lakukan,

karena aku ingin memberikan tawa saat kau bersedih,
agar kau bisa tetap tesenyum walau airmatamu menetes jatuh.
tapi apakah bisa aku mengarapkan senyummu,
saat aku tak sanggup untuk tersenyum?