Jumat, 16 November 2012

Presiden Negara Kolong Melarat

Ku lihat begitu banyak rakyat yang ingin hidup miskin. Mereka menutupi kemampuannya dengan berlagak bodoh dan tak berdaya. Apa untuk itu engkau hidup? Tidak! Buka matamu! Terlalu banyak penderitaan yang kau lalui hingga kini kau mati rasa. Tak cukup hanya dengan menengadahkan tangan. Apa benar itu yang kau inginkan?

Kita mengutuk kehidupan bejat para penguasa. Tapi bukan berarti kita tak bisa melakukan sesuatu untuk kehidupan kita sendiri. Mulailah berdiri di kaki sendiri, jangan terlalu berharap pada para penguasa. Kitalah peri dalam hidup kita.

Hanya orang yang menyerah yang akan melarat. Di kolong melarat ini akan kita terbitkan surya kehidupan kita. Di kolong melarat ini akan kita tumpas kemelaratan, bahkan presiden kemelaratan harus dibinasakan, yaitu malas dan berpangku tangan.

Bukan kemiskinan yang membatasi, tapi keinginan yang tak pernah diharapkan. Jangan menjadi lemah hanya karena tak punya rupiah. Kalian masih punya otak dan hati. Ada banyak hal menanti kalian. Tuhan tak kan menyesal menciptakan kita, tapi jangan kecewakan Dia.

Tidak ada komentar: