Kalau memang kebodohan dan pengharapan ini menjadi sebab luka, maka biar ku korbankan rasa. Karena kecewa yang selalu kau undang menyapaku membuat semua terasa sakit luar dalam. Aku menggila karena lupa rasanya, terlalu lama hingga tak bisa kuingat.
Aku juga ingin bersikap egois. Mementingkan diri sendiri tanpa peduli perasaan dan pengorbanan orang lain. Membiarkan semua terjadi asalkan berada di posisi aman. Tak perlu mengorbankan diri sendiri untuk membahagiakan orang lain.
Saat-saat seperti ini rasanya benar-benar remuk. Ingin lakukan apapun untuk mengintimidasi kegilaan ini. Terlalu banyak hal memalukan yang tak seharusnya dilakukan. Menyesal? Saai ini begitu, tapi nanti akan terulang lagi siklus kebodohan ini. Mempermalukan diri sendiri!
Atau sekalian saja kehilangan jati diri lalu pergi
Kenapa aku terlalu peka? Rasanya sungguh sakit. Benci dengan ketololan yang dicipta sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar