Dua Sisi Darah
DR.
Aku baru saja menyanjung matahari
Pada suhu hangat yang diendapkan
Kita berlari sambil menggenggam jemarimu
Berseliweran pada angka mati
Bolehkah kubunuh kau disaat senja?
Pada pertemuan siang dan malam, boleh?
Sambil menggesekkan tangis yang tajam di nadimu
Belati air mata
Bukan! Aku baru saja merobek jantungku
dan apa?
Dalam sengal nafas ku menyesak
Darahku terpoles di jantung yang kau genggam
Kau lihat?
Kau lihat?
Kau lihat???!!!
Aku tak bernyawa!
Aku hidup, sayang
Jadi, bayangmu memelukku?
Seharusnya begitu
Hanya saja aku merindu ingin berpisah
Tanpa sentuh, hanya menggenggamsambil berkata:
"Peluk aku, aku mengikis kasih"
Aku lelah memupuk entah
dua sisi darah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar