Awalnya kukira kita hanya mengagumi dan tak pernah berniat memiliki. Tapi yang terjadi malah adanya pilihan. Aku tak bermaksud menghalangi bahagiamu, teman, hanya saja pekalah pada rasaku. Aku turut bahagia jika kau bahagia, mana pernah aku membawamu pada kesulitan atau memberimu masalah. Aku hanya minta sedikit pengertianmu.
Kejadian pagi tadi sungguh membuatku galau hingga saat ini. Sekian lama aku menahan emosi yang sesak, tapi kau tak juga peka. Kau bilang ini barter, kau salah! Coba pertimbangkan, jika ini barter, maka inilah barter yang tak adil (menurut perhitunganku).
Tentang objek yang kau janjikan, jujur, aku mulai tertarik dari awal, saat ia mengatakan cita-citanya. Kau tahu itu. Tapi aku rasa lebih baik aku tak berharap. Beberapa kali ekspektasiku melahirkan kecewa, sangat berlebihan.
Aku sudah bertindak gila saat itu, itu karena aku frustasi. Kau tahu hidupku banyak tekanan. Kegilaan itu menyebabkan rasa malu yang sangat untuk bertemu. Aku rasa sudah cukup. Terima kasih telah memberi kesempatan untuk aku berharap.
Aku tak mau berunding masalah ini, aku sudah mengambil keputusan. Aku hanya minta sedikit pengertian untuk hati ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar