Jumat, 17 April 2015

Jenuh

Tanggal dua belas tak pernah sebiasa ini. Sampai aku sendiri tak sadar kapan tanggal dua belas itu. Hari ini Jumat. Jumatku tak pernah segusar ini. Jumatku penuh harap, tapi kali ini lenyap. berita yang kudapat tak mengenakkan hati. Aku terlalu sibuk untuk memikirkan perasaan, tapi pagi tadi begitu mencekam. Aku risau setiap detik. Langkahku tak lagi mantap. Dadaku semakin sesak, mungkin salah obat atau dosisnya terlalu tinggi. Aku pikir aku harus pulang, bukan, aku harus bicara. Ah, aku harus pilih yang mana? Aku mantap untuk bicara. Sepertinya salah sikap. Kembali mendengar suaranya yang tanpa rasa bersalah semakin menusuk jantung. Dadaku semakin sesak, aku terbatuk-batuk. Aku pikir butuh minum, sementara teleponnya mati. Berkali-kali kucoba tapi tak pernah tersambung lagi. Aku makin sakit.

Jawabannya jenuh. Aku semakin terisak, hingga jam berikutnya aku masih menangis. Aku pikir aku masih memegang erat walaupun sekedar bayangnya. Ternyata tak ada lagi.

Tidak ada komentar: