Sampai kapan kita begini? Atau kita sepakati terus begini? Aku terlalu sering bicara dalam diam, tapi ini tak menarik lagi, aku bosan. Apa lelaki sekarang menjadi pecundang? Kenapa cara kalian sama? Hingga detik ini pun aku masih bertanya tanpa tahu siapa yang memberi jawaban.
Aku tak bisa menyimpan marah, apalagi dendam. Terlalu jauh dari "aku". Bisakah kita redam mulut-mulut yang selalu condong ke kita? Tahukah engkau, sudah beberapa omongan kuredam sendiri, sendiri! Bisakah kau bantu aku? Setidaknya kita selalu baik, selalu baik tanpa perlu mengusik kelam. Sudah terlalu usang untuk diumbar, lebih baik kita bersikap dewasa.
Lalu apa kabarmu? Terasa lama sekali dan begitu jauh. Lama-lama kau bisa terhapus, aku serius! Cepatlah jadi pria, itu pesanku!
Aku tak bisa menyimpan marah, apalagi dendam. Terlalu jauh dari "aku". Bisakah kita redam mulut-mulut yang selalu condong ke kita? Tahukah engkau, sudah beberapa omongan kuredam sendiri, sendiri! Bisakah kau bantu aku? Setidaknya kita selalu baik, selalu baik tanpa perlu mengusik kelam. Sudah terlalu usang untuk diumbar, lebih baik kita bersikap dewasa.
Lalu apa kabarmu? Terasa lama sekali dan begitu jauh. Lama-lama kau bisa terhapus, aku serius! Cepatlah jadi pria, itu pesanku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar