Tak ada ruang yang aman dan nyaman untuk ku berlindung.
Sedang dengan diri sendiri pun aku belum menyatu.
Tak ada tempat maupun hati yang menampung seorang aku.
Aku tak betah di rumah.
Aku apa dan siapa?
Getir rasanya harus melakoni peran yang karakternya tak kupahami.
Aku mencari kebahagiaan dari mana pun dan siapa pun yang memberi.
Aku gusar!
Aku dianggap apa dan siapa?
Berlari dari peran berat yang kupikul sebagai anggota keluarga pada sosok yang kuanggap menjadi penghapus duka.
Aku lupa, setiap orang punya kepentingan, bukan tugasnya pula untuk selalu menghiburku.
Aku terlalu tinggi berangan.
Pada diri sendiri yang tak kukenali akhirnya aku kembali.
Meski aku tahu tak akan berbuat apa-apa ataupun merubah segala.
Aku hanya ingin orang yang mampu mengalihkan lara, meski untuk sementara.
Saat aku dapat tersenyum dalam tangis, tanpa ia tahu aku menangis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar