Lagi, sandaranku patah. Tak mampu menopang sagala asa dan air mata. Duniaku perlahan buram, seakan tertelan lubang hitam kepahitan. Aku salah langkah, semua berantakan, akibat rencana hidupku yang tak mantap. Aku terlena dengan berbagai pengharapan bahagia. Aku gamang melangkah. Aku terlambat menyelesaikan studi. Aku kehilangan sahabat-sahabat yang selalu mendukungku. Aku mempertaruhkan waktu yang terlalu berharga untuk ditukar dengan perhatian sekedarnya dan kata sayang yang harus kubiasakan. Aku menjadi pecundang dalam rencana yang kubangun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar