Senin, 02 Juni 2014

Terima Kasih dari Hati

Meski tak mau, aku tetap harus menghadapi usia ini, situasi ini. Aku tidur dengan membiarkan HP dalam keadaan silent tanpa getar-seperti biasa. Aku bangun dan shalat tanpa melihat HP-seperti biasa. Aku keluar kamar tanpa tujuan sampai akhirnya aku menjadi tukang ojek keluarga-seperti biasa. Aku mandi, bersiap ke kampus, dan berangkat 5 menit sebelum jadwal kuliah yang ditetapkan-ini adalah hal pertama yang tidak biasa kulakukan.

Sampai di kampus disambut bang Geno dan teman-teman. Lanjut ke kelas kedua-bertemu Chica (cici), bang Gilang, bang Tama untuk sekejap. Istirahat di biro manajemen bertemu Bang Mail dan Bang Gilang (lagi). Seterusnya masuk ke kelas ketiga bertemu teman-teman Hima dan Ulfa yang juga berulang tahun di hari itu. Perjalanan selanjutnya ke Taman Budaya Padang untuk melihat latihan operet setelah sekian kali diundang dan untuk kedua kalinya aku datang.

Di sana banyak senior ekstensi ekonomi dan teman-teman operet, serta tak ketinggalan kejutan yang digawangi Sisil dan Gery, sohib "pakek" ekstensi. Aku tau sebelumnya Cici sudah menghubungiku untuk memulangkan paksa diriku dari Tambud. Tapi disaat seperti itu aku juga tak mungkin pergi di saat pesta baru dimulai.

Akhirnya matahari mulai terbenam dan aku mengakhiri perjalanan ke rumah, tujuanku. Aku disambut Cici, Kak Rindy, Bang Geno, dan Bang Yugo yang sudah menunggu sekitar 3 jam sampai akhirnya aku tiba di rumah dengan tampang lusuh penuh polusi dan penat.

Aku bersalah membiarkan mereka, tapi situasiku tak memungkinkan untuk memilih. Aku harus melakoni keduanya.Aku yakin mereka akan bersedia dan tetap sedia menantiku, seperti yang mereka lakukan kemaren. Aku beruntung memiliki kisah hidup bersama kalian. Lain kali akan kuceritakan kisah ini lebih detail, tapi malam ini aku ingin istirahat dengan nyenyak :) Kalian baik hati, kalian sangat berarti. Terima kasih dari hati )

Tidak ada komentar: