Selasa, 03 Juni 2014

6/7 dari usiaku jomblo

Kemaren tiba-tiba Bang Geno dan Daniel ngeledekin gitu. "2014 jomblo juo lai!". Aku cuma jawab, "2014 ndak baa do, 2015 indak lai".

Ini nih orang-orang yang bakal merusak mental. Memang 6/7 usiaku aku habiskan dengan status jomblo, so what? Aku merasa baik-baik saja dan ga ada beban, justru memiliki pasangan yang membuat dirimu tak seutuhya dirimu. Lalu kalau aku belum siap menerima orang lain untuk menjadi pasangan bagaimana? Perasaan tak bisa dipaksa, hasilnya justru tak baik, aku sudah buktikan. Hahaa tiba-tiba jadi penasaran, seaneh itukah hidup jomblo di mayoritas hidupmu? Aku pikir tak masalah, toh jomblo berkualitas, bukan jomblo karena tak laku, kan.

Kalau dihubungkan dengan doa mereka supaya aku mendapat jodoh, bahkan suami yang mereka sampaikan saat aku ulang tahun, aku merasa mereka terlalu khawatir. Atau jangan-jangan mereka penasaran, atau mereka ingin melihat perubahankku yang katanya orang yang punya pasangan sifatnya dapat berubah jadi lebih kalem. Hahahaha.

Sabar ya manteman, suatu saat akan aku perkenalkan pasangan hati yang selama ini aku siapkan kedatangannya. Aku cuma mempersiapkan diri untuk menanti kehadiran orang yang spesial. Jangan khawatir, tidak akan lama lagi :) Amiin

Tidak ada komentar: