Kamis, 21 Juni 2012

Pernah??

Pernah ditimpuk bola??

nah, aku pernah ditimpuk bola voley.
begini kisahnya...
Suatu sore nan indah aku mengunjungi rumah nenek. Di sana ada sebuah lapangan luas yang disebut "Lapangan Matador". Entah dari mana nama itu berasal. Di sana sedang diadakan kompetisi Volley ball yang diikuti banyak team dari daerah sekitar.

Dengan bangga aku duduk di barisan pertama penonton bersama sepupu dan tante. Hari yang menyenangkan kukira, awalnya. Sebab saat itu yang bertanding adalah bences-bences alias pria gemulai. Aksi yang sangat menghibur melihat tingkah polah mereka yang menggelikan. Sayangnya, musibah datang. Aku terkena bola tepat di wajahku yang dipukul dengan kuat oleh salah satu bences itu. Dia segera menghampiriku dan berkata, "Sorry". Cuma itu! Ia berlalu dan mengambil bola. Wajahku memerah, entah karena rasa sakit atau pun malu. Tante yang khawatir dan takut dimarahi papa segera membawaku pulang, padahal aku masih ingin menyaksikan pertandingan ituuu


Pernah dilempar jaket oleh pencopet??

Wah, kalo ini termasuk salah satu penyebab aku trauma naik angkot. Ketemu copet hampir tiap hari, siapa yang ga bakal gemetar, apalagi aku memang penakut. Selain itu, menjadi target copet beberapa kali, untungnya aksinya gagal.

Huft,,, jika aku harus naik angkot sendiri dan duduk di sebelah pria, khususnya bapak-bapak, lebih baik aku turun dan naik angkot lain, atau kalo perlu aku pulang! Entah kenapa harus aku yang melihat gerak gerik si copet. Instingku cukup kuat untuk mengenali si copet di dalam angkot. Perasaanku langsung ga enak kalo di dalam itu ada copet.

Suatu hari sehabis mengikuti kelas intensif, aku pulang menggunakan angkot. di depanku duduk dua pria. Aku mulai curiga dengan gelagat mereka, hingga tanpa kusadari aku terus saja memperhatikan mereka. Ternyata mereka terganggu karena tak leluasa bertindak. Akhirnya mereka turun dan sesaat sebelum keluar dari pintu mereka melempat jaketnya ke wajahku dan membuatku terkejut setengah mati. Gemetar bukan kepalang tanggung. Tapi setidaknya aku berhasil menggagalkan aksi mereka.


Pernah menguntit pria??

Kalo yang ini bukan inisiatifku. Tapi berhubung saat itu aku bosan dan seorang teman minta tolong, akhirnya sepulang sekolah kusanggupi permohonannya. Dengan alasan membeli bluetooth untuk keperluan komputer akhinrnya kami mengikuti pria itu.

Pria itu adalah teman sekelas kami, sebut saja Mr. X.
Teman perempuanku sebut saja Miss Y.

Miss Y sudah lama mengagumi sosok Mr. X. Selidik punya selidik ternyata Mr. X punya sebuah toko komputer atau semacamnya. Kebetulan aku ingin membeli bluetooth tapi ga tau mau beli dimana. Seperti mendapat angin segar, Miss Y memberitahuku tentang ide gilanya. Sepulang sekolah kami mengikuti Mr. X pulang. Menaiki bus yang berbeda, menanti dia turun di persimpangan sambil bersembunyi, hingga jalan mengendap-endap di belakangnya. Sampai akhirnya ia sampai di rumahnya dan masuk. Rumahnya yang bersatu dengan toko membuat Miss Y bahagia bukan kepalang. Kami menuju ke toko dan membeli barang yang kami butuhkan. Ternyata di toko cuma ada pegawai dan adik laki-lakinya. Sedikit kecewa, karena Miss Y berharap saat itu Mr. X sedang menjaga tokonya.

Sebuah pengalaman baru bagiku tentang kegilaan seorang gadis yang mengejar pujaannya.. hahahahahha :)) 

Tidak ada komentar: