Rabu, 22 Juli 2015

Pada Satu Halaman

Pada halaman ini aku kisahkan kebesaran-Mu yang memberiku kesempatan hidup serta menyadari anugerah dan kuasa Mu.

Aku sampai pada 22 tahun, usia yang paling kunanti, bahkan sangat berharap besar pada usia ini, entah kenapa. Aku melakukan perjalanan malam ke luar kota bersama papa, hal itu menyenangkan. Hingga insiden itu pun terjadi. Suatu kejadian yang dalam sekejap dapat menghilangkan nyawaku. Bersyukur Tuhan melindungi kami meski saat itu aku mengalami shock dan ketakutan luar biasa.

Kisah kedua terjadi pada bulan berikutnya. Secara mendadak aku harus masuk ruang operasi tanpa persiapan apa-apa. Sungguh, hatiku menangis, tapi terus kutahan agar tak terlihat orang tuaku. Aku takut bahkan mengasihani diri sendiri. Semua perjuanganku yang selalu sendiri tiba-tiba mucul dan membuatku makin kacau. Aku merasa tak beruntung, bahkan saat itu aku masih harus sendiri mengurus ruangan dan beberapa persiapan lain hingga keluargaku datang. Menyedihkan. Aku tak berniat memberi tahu siapa pun,sampai akhirnya keesokan harinya aku hanya memberi tahu lima teman. Aku mulai membatasi diri, entahlah, aku memang sedang tak beres. Tapi aku sangat bersyukur, semuanya lancar dan satu peyakitku teratasi.

Kesempatan selajutnya adalah menjaga titipan Tuhan dan kembali mengenali diri sendiri. Di situasi seperti ini cukup menyulitkan, banyak yang membuatku tak nyaman tapi mereka belum sadar bahwa aku sedang menghindar. Bukan salah mereka, bukan salah siapa, diriku saja yang sedang berduka.

Tidak ada komentar: