Rabu, 16 April 2014

waktu tempuh

Sesuatu yang terfikirkan sekarang adalah waktu. Deadline, usia, dan "kamu". Ada masanya aku terlalu letih sampai tak bisa untuk menatap apapun, tapi saat itu muncul kekuatan untuk bangkit. Entahlah, aku sendiri tak mengerti.

Hal yang aku cemaskan adalah Juni. Aku takut untuk berada di 21, aku ingin tetap 20, usia yang selalu aku harapkan dan menjadi spesial bagiku tanpa alasan yang jelas. Meski dalam rencana hidup aku menuliskan hingga usia 34 tahun, tapi ada ketakutan tersendiri. Ada rasa gamang yang membuat merinding setiap aku harus ingat detik-detik menuju 21. Aku ingi mengisi 20 ini dengan spesial, sespesial aku mendambakannya sejak dulu.

"Kamu", datang dan pergi menjadikan bahagia yang tak terhingga dan luka tak terkira. Aneh. Perasaanku masih tenang meski kau hempas dengan semena-mena. Aku masih baik-baik saja meski beberapa kejadian menyentak ketegaran ini. Seperti yang "dia" katakan, aku kuat. "Dia" mengajariku untuk tegas pada siapa pun, meski caranya terlalu kejam, tapi "dia" berhasil. Waktu yang "dia" habiskan untuk membuat luka cukup ampuh untuk membuatku mati rasa dan "kamu" mengulangi hal yang sama dengan cara berbeda, "kamu" pun sukses membuat hatiku beku lagi.

Entah butuh berapa lama untuk luluh. Entah berapa lama untuk membuka hati lagi.

Tidak ada komentar: