Senin, 28 Mei 2012

Debu

Senin, 28 Mei 2012

Sorenya aku menghadiri suatu pertemuan yang membahas mengenai "Ekstensi Fair", suatu event besar yang diselenggarakan ekstensi ekonomi. Pembicaraan lebih menitikberatkan pada dasar dan konsep acara tersebut. Banyak hal yang bisa kudapat dari itu. Itu artinya kreatifitas sangat dibutuhkan di acara ini.

Yang ingin ku bagi bukanlah mengenai acara tersebut, melainkan suatu pelajaran yang kuambil saat perjalanan pulang.

Seperti biasa, aku mengendarai "My Lovely Xeon". Saat itu hari semakin senja dan adzan magrib berkumandang. Seketika lewat suatu benda di depan lampu motorku, sehingga benda itu berwarna menyala seperti terbakar akibat pantulan yang kuat dari lampu motor. Sedikit kaget, ternyata ku sadari benda itu hanya sejenis debu atau pasir yang bertebaran di jalan dan tertiup angin melewati lampu motorku.

Otak ku mulai mencerna peristiwa itu. Dan benar saja, peristiwa itu tak sia-sia. Hal yang terfikirkan oleh ku adalah sebutir debu jalanan yang terkena pantulan kuat dari lampu mampu membuatnya tampak bercahaya seperti berapi.

Logikanya, seseorang yang tidak punya kekuatan mampu terlihat begitu kuat dan mengancam saat didorong oleh kekuatan yang begitu besar. Tapi debu tetaplah debu. Ia hanya 'terlihat' seperti bercahaya dan berapi. Begitu ia tak berada di depan cahaya, maka ia kembali ke tampilannya sebagai sebutir debu. Begitu juga seseorang yang bisa tampil penuh kekuatan dan ancaman hanya karena memantulkan (mengandalkan) kekuatan besar milik orang lain. Semu. Kekuatan itu bukan miliknya, tak abadi.

Jadilah kuat dengan kemampuan dan potensimu! Jadikan kekuatan itu milikmu seutuhnya!

Tidak ada komentar: